0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – Teaser yang memperlihatkan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross hybrid telah dirilis di Thailand. Model tersebut akan diluncurkan di Kerajaan Gajah Putih pada 1 Februari 2024.

Kabar mengenai Xpander hybrid sudah beredar sejak lama. Pasalnya dalam laporan keuangannya, Mitsubishi Motors membeberkan rencana model baru pada 2024 yang sebagian besar adalah kendaraan listrik.

Namun tetap fokus pada hibrida. Jadwal rilis awal tahun 2024 terpampang jelas di Xpander.

Kemudian Thailand pasti akan menjual Xpander dan Xpander Cross hybrid terlebih dahulu. Sebab, ada insentif khusus untuk kendaraan bermesin ganda. Hal ini berdampak pada harga yang lebih terjangkau.

Oleh karena itu, hal ini menimbulkan ketidakpastian apakah model hybrid akan masuk ke Indonesia. Hal ini terkait dengan peraturan selanjutnya yang mempengaruhi harga jual.

Belum lama ini, Presiden PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan hal tersebut.

Mitsubishi masih menunggu dan memantau penjualan model hybrid di Indonesia. Meski rival di segmen yang sama sudah menawarkan versi hybrid.

“Soal hybrid, saya belum bisa bilang kapan akan kami luncurkan. Yang pasti model hybrid sudah ada dan akan kami luncurkan. Yang ingin saya sampaikan adalah akan kami pelajari, tapi waktunya belum. Ayo . “Saya kira hibrida tidak akan begitu populer di Indonesia” jadi kami tidak mempertimbangkan untuk memperkenalkan hibrida di sini, meskipun pesaing kami akhirnya membawa hibrida.

Kembali ke Xpander Hybrid, belum ada bocoran spesifikasinya. Yang pasti awalan HEV ditambahkan di akhir namanya.

Dari gambar previewnya, bisa diprediksi bahwa mobil tersebut akan memiliki aksen biru untuk mengedepankan pelestarian lingkungan. Namun dari segi desain, tidak ada perbedaan yang mencolok.

Faktanya, perubahan terbaru pada Xpander adalah tanda bahwa mobil hybrid akan tetap ada. Terutama peralihan dari model tradisional ke transmisi otomatis CVT. Pasalnya CVT sering digunakan dengan mesin hybrid. Tujuannya tentu saja efisiensi bahan bakar.

;

Belum jelas mesin bensin mana yang akan digunakan. Mesin 4A91 4 silinder 1,5 liter kemungkinan tetap dipertahankan dan dipadukan dengan motor listrik.

Dalam kondisi normal pada Xpander biasa, mesin lama menghasilkan tenaga 105 PS dan 141 Nm. Kalau jadi hybrid biasanya torsinya meningkat signifikan.

Teknologi hibrida memberikan perpaduan yang tepat antara kinerja dan efisiensi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hibrida yang beredar di pasaran.

Untuk kelas MPV kecepatan rendah di Indonesia, hanya Suzuki Ertiga yang menggunakan teknologi tersebut. Namun terbatas hanya pada hibridisasi ringan berupa generator terpasang. Belum ada hibrida yang kuat.

Jika Xpander HEV dan Xpander Cross HEV segera dijual di sini, jelas keduanya akan berada di posisi terkuat. Akan lebih seru lagi jika Toyota benar-benar membuat Veloz hybrid.

Kemungkinan besar juga demikian karena powertrainnya sudah tersedia di Yaris Cross HEV. Tapi itu semua kembali ke harga. Apakah konsumen di sini bersedia membayar Rp 400 juta untuk LMPV hybrid?

Sumber: Oto.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
PAY4D